Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan telah memantau data pendatang baru melalui situs web untuk memastikan keakuratan informasi. Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan, Muhammad Nurrahman, menjelaskan bahwa masyarakat dapat melakukan pemeriksaan pendatang baru menggunakan situs web resmi. Melalui laman https://kependudukancapil.jakarta.go.id/amuba/, informasi terkait jumlah pendatang baru ke Jakarta setelah mudik Lebaran dapat dipantau. Data tentang pendatang baru, termasuk informasi seperti penghasilan, jenis kelamin, kelompok usia, dan tujuan wilayah Jakarta, tersedia di sana.
Prosedur penjamin tempat tinggal di Jakarta juga dijelaskan, dengan menegaskan pentingnya memastikan keberadaan Kartu Keluarga (KK) pada alamat yang dimaksud. Data akan diperbaharui secara berkala selama periode pemantauan, mulai dari Selasa (8/4) hingga Minggu (8/6). Pendatang baru diingatkan untuk memiliki Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI) atau surat pindah dari daerah asal jika ingin menetap di Jakarta. Dukcapil juga mengimbau kepada mereka yang tidak berniat pindah untuk tetap melapor kepada RT/RW setempat.
Data dari Dinas Dukcapil DKI menunjukkan bahwa sebanyak 1.084 pendatang baru telah masuk ke Jakarta dalam rentang waktu Selasa (8/4) – Jumat (11/4). Dari jumlah tersebut, 572 di antaranya adalah perempuan dan 512 laki-laki. Jakarta Timur menjadi wilayah tujuan terbanyak, diikuti oleh Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu. Pemerintah tetap mengingatkan pentingnya memiliki dokumen kependudukan, terutama karena tidak ada lagi pelaksanaan Operasi Yustisi sejak 2018. Masyarakat diminta untuk mematuhi prosedur yang berlaku untuk menciptakan pemukiman yang tertib dan terorganisir dengan baik.








