Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq tengah mengawasi pengelolaan sampah dari hotel, restoran, dan kafe (horeka) di Bali agar dapat dikelola secara mandiri dan tidak semuanya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA). Dalam kunjungannya ke Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Hanif menyatakan bahwa pihaknya sedang merencanakan berbagai langkah untuk memastikan ketaatan horeka dalam mengelola sampah dan limbahnya. Sebagai upaya lanjutan, Dinas Lingkungan Hidup di tingkat kabupaten/kota dan provinsi telah melakukan pemeriksaan terhadap horeka. Namun, langkah-langkah ini bukanlah solusi instan, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan mengelompokkan horeka ke dalam kategori merah, hijau, dan biru.
Hanif berharap bahwa pada semester pertama, semua hotel dan restoran besar di Bali akan mampu mencapai predikat hijau dalam pengelolaan sampahnya. Dengan demikian, pengunjung dapat merasa nyaman dan horeka juga turut bertanggung jawab dalam mengatasi permasalahan sampah dan limbah. Ia menegaskan bahwa perubahan budaya di sektor pariwisata Bali akan membawa dampak positif dalam penanganan sampah. Ia juga menyoroti kerja sama yang semakin serius dari berbagai pihak di Bali, termasuk kepolisian, TNI, masyarakat adat, pecalang, dan komunitas lingkungan, dalam penanganan sampah di daerah tersebut.
Menurut Hanif, sekitar 40 persen sampah di Bali masih berakhir di lingkungan terbuka, yang kemudian hanyut ke sungai-sungai di Pulau Dewata saat musim hujan. Untuk mengatasi hal ini, Tim Nasional Penanganan Sampah Laut di Bali telah memasang berbagai sistem penghalang sampah di sungai, serta mengintensifkan pengambilan sampah dari pantai. Sebagai contoh, TPA Regional Sargabita di Suwung, Denpasar, menampung rata-rata 1.100-1.200 ton sampah per hari dari Kota Denpasar dan sekitar 200 ton dari Kabupaten Badung, yang kemudian dibuang ke TPA Sarbagita, Suwung, Denpasar.
Peningkatan kesadaran dan kerjasama dari berbagai sektor di Bali diharapkan dapat memperbaiki pengelolaan sampah dan limbah di pulau tersebut. Semua upaya ini merupakan bagian dari upaya yang lebih besar untuk menjaga kelestarian lingkungan di destinasi wisata terkenal ini.








