Tuesday, January 13, 2026
HomeBisnisInstrumen Pembangunan Infrastruktur untuk Stabilitas Ekonomi

Instrumen Pembangunan Infrastruktur untuk Stabilitas Ekonomi

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melihat pembangunan infrastruktur sebagai salah satu instrumen utama untuk menjaga stabilitas dan memperkuat fondasi perekonomian nasional, terutama di tengah gejolak ekonomi global akibat perang dagang internasional. Menurut Juru Bicara Kementerian PU, Aisyah Zakiyah, pembangunan infrastruktur yang terhubung saling satu sama lain bertujuan untuk mempertahankan daya saing nasional dan memperluas basis pertumbuhan ekonomi domestik. Seiring dengan arahan Presiden Prabowo, Kementerian PU akan fokus pada interkonektivitas infrastruktur untuk mendukung rantai pasok kegiatan ekonomi, mulai dari jalan, irigasi, air minum, sanitasi, hingga pengelolaan sampah.

Luhut Binsar Pandjaitan, Ketua Dewan Ekonomi Nasional, juga menyampaikan bahwa pemerintah akan menyusun kebijakan untuk membantu sektor-sektor yang terdampak tarif resiprokal dari Amerika Serikat (AS), terutama sektor-sektor padat karya seperti tekstil, garmen, alas kaki, dan minyak kelapa sawit. Indonesia telah menyiapkan proposal untuk negosiasi tarif dengan Amerika sehingga dapat merespons keinginan AS. Delegasi Indonesia akan melakukan pembicaraan non formal dengan Amerika untuk mengatur tarif resiprokal yang berlaku.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu Indonesia menjaga stabilitas ekonomi di tengah gejolak ekonomi global saat ini. Upaya pembangunan infrastruktur dan negosiasi tarif dengan Amerika merupakan langkah strategis dalam memperkuat fondasi perekonomian nasional dan menjaga daya saing Indonesia di pasar internasional. Artinya, meski dihadapi dengan tantangan ekonomi global, Indonesia tetap berupaya untuk mengoptimalkan sumber daya dan potensi ekonomi yang dimiliki guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2025

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer