Kiper AC Milan Mike Maignan mengungkapkan ketidakpuasannya setelah timnya hanya mampu meraih hasil imbang 2-2 melawan Fiorentina dalam pertandingan Liga Italia pekan ke-31. Meskipun gol Tammy Abraham dan Luka Jovic berhasil menyelamatkan Milan dari kekalahan setelah tertinggal dua gol cepat, Maignan mengakui adanya kebutuhan untuk konsistensi dalam performa tim untuk memperbaiki musim yang kurang memuaskan. Dalam jumpa pers, Maignan menegaskan pentingnya semangat dan dukungan dari semua pihak, termasuk jurnalis, untuk membantu tim bangkit.
Sebagai salah satu pemain yang tampil gemilang dalam pertandingan tersebut, Maignan berhasil melakukan sejumlah penyelamatan yang krusial untuk mengamankan hasil imbang. Meskipun sempat kebobolan dua gol dalam 10 menit pertama, Maignan menunjukkan sikap yang tepat dan rasa marahnya terhadap kebobolan tersebut. Meskipun Milan hanya meraih dua kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir, Maignan bersikeras bahwa tim tidak akan pernah menyerah dan perlu menemukan keseimbangan antara pertahanan yang solid dan serangan yang efektif.
Menjelang akhir kontraknya pada tahun 2026, Maignan menyatakan rasa senangnya bermain untuk Milan dan komitmennya untuk memberikan yang terbaik bagi tim. Meskipun hal ini menjadi sorotan, Maignan lebih memilih fokus pada sepakbola dan perbaikan performa tim daripada membicarakan kontrak pribadinya. Dengan harapan untuk menemukan keseimbangan yang tepat, Maignan berkomitmen untuk terus memberikan segalanya bagi Milan.








