Kondisi nilai tukar rupiah saat ini tengah mengalami tekanan berat akibat kebijakan tarif yang diberlakukan oleh Amerika Serikat (AS). Kebijakan resiprokal yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, dengan tambahan tarif sebesar 25 persen untuk mobil yang diproduksi di luar AS, telah mempengaruhi pasar global termasuk Indonesia. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan bahwa rupiah akan terus mengalami pelemahan yang signifikan, seiring dengan sentiment negatif yang melanda pasar. Bank Indonesia diharapkan akan melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Diperkirakan bahwa kurs rupiah hari ini akan berada dalam rentang Rp16.600 hingga Rp16.900 per dolar AS. Pada awal perdagangan hari Kamis, nilai tukar rupiah melemah sebesar 59 poin atau 0,36 persen menjadi Rp16.772 per dolar AS. Sentimen negatif di pasar terkait kebijakan tarif AS telah mempengaruhi pergerakan mata uang rupiah. Meskipun demikian, Bank Indonesia mencatat adanya aliran modal asing bersih sebesar Rp1,93 triliun pada pekan keempat Maret. Perkembangan terkini ini memberikan gambaran bagi pelaku pasar terkait dengan kondisi ekonomi dan nilai tukar rupiah di Indonesia.








