Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperingatkan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi masuk ke dalam fase bearish setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menerapkan tarif impor. Proyeksinya menunjukkan kemungkinan IHSG melemah sebesar 2-3 persen pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang Idul Fitri 1446 Hijriah. Sentimen penerapan tarif impor oleh Trump diyakini akan mempengaruhi penurunan IHSG secara signifikan. Ibrahim merekomendasikan agar pemerintah melakukan perlawanan dengan menerapkan biaya impor yang setara dengan yang diterapkan AS. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari perang dagang yang telah berdampak pada surplus ekspor Indonesia ke AS. Selain itu, pemerintah juga dapat memberlakukan stimulus kebijakan seperti yang dilakukan Bank Indonesia untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi perang dagang yang terus berlanjut. Aksi Trump dalam menerapkan tarif universal dan timbal balik terhadap negara-negara mitra dagangnya telah menimbulkan ketidakpastian dalam pasar global, termasuk Indonesia. Dampak dari tarif tersebut terlihat jelas dalam persentase yang dikenakan pada beberapa negara tertentu, termasuk Indonesia. Tarif tambahan yang diberlakukan Trump akan memberikan tekanan lebih pada IHSG dan ekonomi global secara keseluruhan. Kesiapan dan strategi yang tepat dari pemerintah sangat diperlukan untuk menghadapi dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan impor AS.








