Aryna Sabalenka dari Belarus, seorang petenis wanita, siap untuk musim lapangan tanah liat setelah mengamankan gelar juara di Miami Open di lapangan keras untuk pertama kalinya. Dalam sebuah pernyataan, Sabalenka mengungkapkan bahwa dia akan berpartisipasi di turnamen Stuttgart, Madrid, Roma, dan Paris, dan sangat menantikan kesempatan untuk bermain di lapangan tanah liat. Dia menegaskan bahwa meski banyak orang meragukan kemampuannya di lapangan ini, dia yakin dapat tampil dengan baik.
Sabalenka, yang berusia 26 tahun, telah mencapai dua final lapangan tanah liat di Madrid dan Roma pada tahun lalu. Meskipun demikian, dia tetap optimis dan bersemangat untuk berjuang mencapai hasil terbaik di musim ini. Setelah memenangkan gelar Miami Open 2025 dengan mengalahkan Jessica Pegula dari Amerika Serikat, Sabalenka menyatakan bahwa kemenangan tersebut sangat penting baginya. Dia juga memperoleh keunggulan lebih dari 3.000 poin atas Iga Swiatek yang berada di peringkat kedua.
Sejak debut di tur pada tahun 2017, Sabalenka telah memenangkan 17 gelar lapangan keras, lima diantaranya lebih banyak dari Swiatek. Meski demikian, petenis tersebut menyadari bahwa di lapangan tanah liat, posisinya akan jauh di belakang Swiatek dalam hal kemenangan. Sabalenka mengakui bahwa dirinya adalah seorang pekerja keras dan hasil yang diraihnya sangat memuaskan. Dengan tekad untuk terus meningkatkan permainannya, ia berharap bisa terus meraih kemenangan di masa mendatang.








