Pada hari Rabu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan bergerak mendatar dengan mempertimbangkan sentimen baik dari dalam negeri maupun global. IHSG membuka perdagangan dengan kenaikan 98,95 poin atau 1,59 persen ke angka 6.334,57, sementara Indeks LQ45 naik 16,73 poin atau 2,40 persen ke posisi 714,74. Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menyatakan bahwa IHSG kemungkinan akan tetap bergerak mendatar dalam sesi perdagangan berikutnya.
Di sisi domestik, pelaku pasar terus menelaah pengumuman terkait Danantara pada hari Senin, mulai dari susunan pengurus hingga rencana investasi. Sementara itu, dari mancanegara, pasar juga sedang menantikan data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) AS yang akan dirilis pada 27 Maret 2025, serta data Indeks Harga Konsumen AS pada 29 Maret 2025.
Para pelaku pasar juga mengamati rencana penerapan tarif otomotif yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari Senin. Meskipun Trump mengisyaratkan bahwa tidak semua tarif yang diusulkan akan diberlakukan dalam pengumuman yang dijadwalkan pada 2 April 2025. Pada Selasa, lembaga pemeringkat Moody’s menyampaikan bahwa kekuatan fiskal AS mengalami penurunan yang signifikan dalam beberapa tahun mendatang, disebabkan oleh meningkatnya defisit anggaran dan beban utang yang semakin tidak terkendali.
Bursa saham AS Wall Street ditutup dengan kenaikan, di mana indeks S&P 500 naik 0,16 persen, Nasdaq Composite bertambah 0,46 persen, dan Dow Jones Industrial Average juga mengalami kenaikan. Di sisi Asia, indeks Nikkei menguat, sementara indeks Shanghai sedikit melemah. Hal serupa juga terjadi di Kuala Lumpur dan Straits Times.
Dengan demikian, IHSG diperkirakan akan tetap bergerak mendatar dengan memperhitungkan berbagai sentimen dari dalam negeri dan global. Tren pasar saham baik global maupun regional juga akan mempengaruhi pergerakan IHSG dalam sesi perdagangan berikutnya.







