Timnas Indonesia harus berhati-hati menghadapi timnas Bahrain yang terampil dalam mengeksekusi bola mati, seperti tendangan bebas dan sepak pojok. Pertemuan sebelumnya antara kedua tim berakhir imbang 2-2, di mana Indonesia kecolongan dua gol dari bola mati yang dikemas oleh Mohamed Marhoon. Bahrain juga terkenal kuat dalam duel udara dan duel darat, menunjukkan kepiawaian mereka dalam situasi tersebut.
Indonesia sendiri masih perlu memperbaiki kelemahan mereka dalam mengantisipasi bola mati, terbukti dari kekalahan mereka 1-5 dari Australia, di mana tiga gol Socceroos berasal dari bola mati. Statistik menunjukkan bahwa Indonesia kalah dalam duel udara, dengan hanya 35% kemenangan dalam tujuh pertandingan kualifikasi. Sementara Bahrain unggul dengan 44% dalam duel udara.
Bahrain juga memberikan kesulitan bagi Jepang dalam pertandingan terakhir mereka, meskipun akhirnya kalah 0-2. Faktor kekuatan dalam duel darat dan udara menjadi keunggulan Bahrain. Untuk menghadapi ancaman bola mati dari Bahrain, kiper Timnas Indonesia tengah mempersiapkan diri dengan latihan yang dijalankan oleh pelatih kiper Sjoerd Woudenberg.
Pemain yang perlu diwaspadai dari Bahrain adalah Mohamed Marhoon, bintang tim yang tampil cemerlang dalam pertemuan sebelumnya. Marhoon merupakan pemain berbahaya dengan kontribusi gol dan assists yang signifikan. Timnas Indonesia harus menjaga ketat Marhoon untuk mencegah ancamannya. Marhoon dan Bahrain tampil dengan rasa percaya diri setelah mengklaim gelar Piala Teluk 2024.
Pemain Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, menegaskan bahwa satu-satunya tujuan tim adalah meraih kemenangan dalam pertandingan melawan Bahrain. Kemenangan diyakini akan meningkatkan peluang Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Dukungan dari suporter di SUGBK diyakini juga akan menjadi kekuatan tambahan bagi Timnas Indonesia.
Kemenangan menjadi pilihan tak terhindarkan bagi Indonesia untuk menebus kekecewaan sebelumnya dan menjaga harapan menuju Piala Dunia. Dukungan penuh tim, termasuk dari pelatih Patrick Kluivert, diyakini akan membawa Indonesia meraih hasil positif dalam pertandingan melawan Bahrain. Menurut Marselino, hanya ada satu tujuan: Menang.








