Friday, December 5, 2025
HomeEkonomiSistem Transaksi Tol Terbuka dan Tertutup: Apa Perbedaannya?

Sistem Transaksi Tol Terbuka dan Tertutup: Apa Perbedaannya?

Saat ini, sistem transaksi di jalan tol Indonesia telah beralih ke teknologi pembayaran elektronik yang non-tunai. Salah satu metode yang digunakan adalah tapping menggunakan kartu e-toll. Terdapat dua sistem transaksi yang berbeda yang diterapkan di gerbang tol, yaitu sistem tertutup dan sistem terbuka. Beberapa ruas jalan tol bahkan menggabungkan kedua sistem transaksi tersebut.

Sistem transaksi tertutup mengharuskan pengguna jalan untuk melakukan tapping kartu e-toll dua kali, yaitu saat masuk dan keluar dari gerbang tol. Di sisi lain, sistem terbuka hanya memerlukan satu kali tapping di gerbang tol. Kartu e-toll harus konsisten digunakan dalam sistem transaksi tertutup agar transaksi bisa diproses dengan lancar.

Ruas tol seperti Tol Cikampek-Purwakarta-Padalarang (Cipularang), Tol Semarang-Solo, dan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi) menerapkan sistem transaksi tertutup. Sementara ruas tol seperti Tol Bali Mandara, JORR, dan Tol Jakarta-Cikampek menggunakan sistem terbuka. Ada juga ruas tol yang menerapkan sistem gabungan, di mana ada segmen tertentu yang menggunakan sistem tertutup dan terbuka.

Penting bagi para pemudik untuk memahami perbedaan antara sistem transaksi tol ini agar perjalanan mudik mereka berjalan lancar. Selama menggunakan ruas tol dan melakukan tapping di gerbang tol, pengguna harus memastikan kartu e-toll digunakan untuk satu kendaraan saja. Jika kartu tidak terdeteksi, maka pengguna bisa dikenai denda sesuai peraturan yang berlaku.

Dengan memahami sistem transaksi jalan tol yang berlaku, diharapkan pengguna jalan tol dapat menghindari kendala selama perjalanan mudik mereka. Kesiapan dan pemahaman akan sistem transaksi ini akan membantu memastikan pembayaran tol berjalan lancar dan tanpa hambatan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer