Friday, December 5, 2025
HomeHumanioraMengapa Hari TBC Sedunia diperingati tiap 24 Maret

Mengapa Hari TBC Sedunia diperingati tiap 24 Maret

Setiap tanggal 24 Maret, negara-negara di seluruh dunia memperingati Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia. Peringatan ini lebih dari sekadar agenda tahunan, tetapi sebagaimana menjadi pengingat akan bahaya TBC yang masih menjadi permasalahan kesehatan global hingga sekarang ini. Meskipun medis terus mengalami perkembangan, TBC tetap menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia yang merenggut jutaan nyawa setiap tahunnya.

Peringatan Hari TBC Sedunia bermula dari penemuan penting di dunia medis. Pada 24 Maret 1882, Dr. Robert Koch, seorang dokter dan ilmuwan asal Jerman, mengumumkan penemuan bakteri penyebab TBC, Mycobacterium tuberculosis. Penemuan ini menjadi titik awal dalam pengembangan metode diagnosis dan pengobatan TBC. Sejak saat itu, tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari TBC Sedunia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit ini serta mendorong langkah konkret dalam pencegahan dan pengobatan. Selain itu, peringatan ini juga menjadi kesempatan untuk mengingatkan bahwa meskipun pengetahuan tentang TBC terus berkembang, masih ada tantangan seperti TBC resisten obat, akses pengobatan yang tidak merata, dan stigma sosial yang menjadi hambatan dalam upaya pemberantasan penyakit ini.

Setiap tahun, peringatan Hari TBC Sedunia menetapkan tema khusus yang menjadi panduan dalam perjuangan global melawan TBC. Untuk tahun 2025, tema global yang diusung adalah: “Yes! We Can End TB: Commit, Invest, Deliver.” Tema ini menekankan bahwa memberantas TBC bukanlah hal yang tidak mungkin jika semua pihak berkomitmen, berinvestasi di bidang kesehatan, dan mengambil langkah nyata dalam pembasmian penyakit ini.

Di tingkat nasional, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengadopsi tema yang sejalan, yaitu: “GIATKAN: Gerakan Indonesia Akhiri Tuberkulosis dengan Komitmen dan Aksi Nyata.” Tema ini didukung dengan tiga sub-tema utama yang menjadi fokus dalam upaya penanggulangan TBC di Indonesia. Melalui tema ini, diharapkan semua pihak, mulai dari pemerintah, tenaga medis, organisasi masyarakat, hingga individu, dapat bekerja sama untuk mempercepat eliminasi TBC di Indonesia.

Di Indonesia, TBC masih merupakan tantangan besar dalam sektor kesehatan. Berdasarkan laporan terbaru dari Global TB Report 2024, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam jumlah kasus TBC setelah India. Diperkirakan terdapat 1.090.000 kasus baru setiap tahunnya di Indonesia, dengan angka kematian mencapai 125.000 jiwa. Fakta ini menunjukkan pentingnya kesadaran masyarakat akan deteksi dini dan pengobatan tuntas untuk menekan penularan dan kematian karena TBC.

Peringatan Hari TBC Sedunia tidak hanya bersifat kenangan atau peringatan akan bahaya TBC, melainkan juga menjadi kesempatan untuk bertindak nyata. Dengan komitmen bersama, investasi berkelanjutan, dan tindakan konsisten, memberantas TBC bukanlah mimpi yang tidak bisa diwujudkan.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer