Hari Raya Idul Fitri disambut dengan sukacita oleh umat Muslim setelah berpuasa selama sebulan penuh. Saat yang istimewa ini ditandai dengan saling bertegur sapa, mengucapkan selamat, dan mendoakan kebaikan satu sama lain. Di Indonesia, ungkapan “Minal Aidin wal Faizin” sering terdengar sebagai bentuk salam dan doa selama Lebaran. Meskipun merupakan tradisi yang diwariskan turun-temurun, pandangan ulama terkait dengan penggunaan kalimat ini masih diperdebatkan.
Ulama sepakat bahwa mengucapkan “Minal Aidin wal Faizin” tidak dilarang karena maknanya yang baik. Meskipun tidak termasuk dalam sunah yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, mengucapkan kalimat ini masih dianggap mubah (boleh) dalam Islam. Jika ingin mengucapkan selamat Idul Fitri dengan kalimat yang lebih dianjurkan, umat Islam dapat menggunakan ungkapan “Taqabbalallahu minna wa minkum”. Meskipun demikian, ungkapan “Minal Aidin wal Faizin” masih dianggap sebagai tradisi baik yang memperkuat nilai-nilai keislaman bagi umat Muslim di Indonesia.
Pada Hari Raya Idul Fitri, umat Islam mengumandangkan takbir sebagai bentuk pengagungan kepada Allah dan saling memaafkan satu sama lain. Tradisi dan ungkapan selamat seperti “Minal Aidin wal Faizin” menjadi bagian dari kehangatan dan kebersamaan dalam merayakan kemenangan setelah menjalani bulan suci Ramadan. Menjaga tradisi ini dapat memberikan rasa kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai agama bagi umat Islam di Indonesia.








