Pada periode libur Lebaran tahun ini, diprediksi jumlah penumpang secara total akan meningkat 12 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini diprediksi sebagai akibat dari libur Lebaran yang cukup panjang dan didahului dengan libur Hari Raya Nyepi. General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, memperkirakan puncak arus mudik melalui Bandara Juanda akan terjadi pada H-3 Lebaran atau 28 Maret 2025.
Menurut Tohir, adanya program penurunan harga tiket pesawat dari pemerintah akan berdampak positif pada meningkatnya jumlah masyarakat yang menggunakan transportasi udara. Pada puncak arus penumpang ini, diperkirakan akan terjadi sekitar 459 pesawat yang mengangkut sebanyak 71.284 orang. Sedangkan untuk arus balik, diproyeksikan terjadi pada H+6 atau 7 April mendatang dengan jumlah penumpang mencapai 73.698 orang yang menggunakan 475 pesawat.
Tohir juga memperkirakan bahwa angkutan kargo akan mengalami kenaikan pada puncak arus mudik dengan kuota 338.186 kilogram, sedangkan untuk arus balik sebanyak 271.138 kilogram. Bandara Internasional Juanda telah mengoperasikan Posko Angkutan Udara di lobby Terminal 1 dan Terminal 2 sebagai upaya memberikan pelayanan yang lebih aman dan nyaman bagi penumpang.
Posko Angkutan Udara ini akan beroperasi mulai hari ini hingga 11 April mendatang. Dalam 22 hari operasional, pihak pengelola bandara akan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti TNI AL, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, serta berbagai pihak terkait lainnya untuk menjamin kelancaran operasional bandara. Posko tersebut diharapkan dapat secara efektif mengendalikan dan menciptakan penyelenggaraan angkutan udara yang aman, nyaman, tertib, lancar dan teratur.








