Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengusulkan agar setiap wilayah di kota administrasi Jakarta memiliki kampung binaan untuk tanaman dan hewan guna meningkatkan ketahanan pangan. Menurutnya, kampung binaan akan menjadi sumber hasil pertanian yang berguna bagi masyarakat setempat. Contohnya seperti Kampung Markisa di Kota Tangerang yang dulunya tempat pembuangan sampah, namun kini telah diubah menjadi tempat wisata dan pusat pelatihan yang diminati oleh banyak orang.
Rano menekankan pentingnya kampung binaan sebagai program untuk memperbaiki dan mencari solusi dalam hal ketahanan pangan. Program ini dapat melibatkan berbagai pihak seperti pemerintah, instansi terkait, penggiat tanaman, dan masyarakat setempat. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan bibit cabai dan sayur-sayuran kepada warga sebagai upaya dalam mewujudkan ketahanan pangan.
Jakarta memiliki potensi pertanian yang dapat dikembangkan, terutama di bidang hortikultura dan perikanan. Pertanian perkotaan yang berkelanjutan juga dapat mendukung kesejahteraan penduduk dan keberlanjutan lingkungan. Rano menegaskan bahwa pertanian di Jakarta lebih cenderung kepada pertanian perkotaan (urban farming) daripada pertanian konvensional. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat mempererat keterkaitan antara pertanian, kesejahteraan masyarakat, dan keberlanjutan lingkungan di masa depan.








