Danau Qinghai, yang merupakan danau air asin pedalaman terbesar di China, telah mengalami kenaikan ketinggian air dan perluasan area perairan selama dua dekade terakhir. Menurut Ma Ping, direktur departemen perlindungan dan restorasi ekologi dari administrasi perlindungan dan manajemen area objek wisata Danau Qinghai, luas danau telah bertambah hingga 28 kilometer persegi hanya dalam waktu satu tahun. Ketinggian air danau meningkat sekitar 20 sentimeter per tahun dan kini telah mencapai ketinggian 3.196 meter di atas permukaan laut. Data satelit yang diperoleh pada September 2024 menunjukkan bahwa luas area air Danau Qinghai mencapai 4.650,08 kilometer persegi, dengan peningkatan 0,6 persen secara tahunan.
Danau Qinghai terletak di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet dan merupakan salah satu danau dataran tinggi tertinggi di dunia. Danau ini memainkan peran penting dalam menjaga keamanan ekologis di China barat laut. Namun, kenaikan ketinggian air danau telah menyebabkan rumah-rumah petani dan penggembala lokal terendam. Selain itu, habitat unggas air dan rusa Przewalski yang terancam punah juga terancam akibat naiknya permukaan air.
Para ahli meyakini bahwa faktor konservasi dan perubahan iklim menjadi penyebab utama dari perluasan danau yang berkelanjutan ini. Upaya konservasi yang dilakukan selama bertahun-tahun telah meningkatkan kemampuan konservasi air dan tanah di sekitar danau. Kepala Cagar Alam Nasional Danau Qinghai, Liu Qingchun, menambahkan bahwa pemanasan global dan meningkatnya kelembapan dataran tinggi memainkan peran penting dalam kenaikan ketinggian air di Danau Qinghai.
China telah menyetujui rencana untuk membangun taman nasional di Danau Qinghai pada tahun 2022. Diharapkan bahwa taman nasional tersebut akan membantu mengatasi berbagai tantangan ekologis yang muncul akibat kenaikan ketinggian air danau. Para ahli ekologi setempat optimis bahwa taman nasional baru ini akan memberikan perlindungan yang lebih baik bagi ekosistem dan habitat yang terancam di sekitar Danau Qinghai.








