Thursday, December 11, 2025
HomeBola BasketKomite Etik IBL Investigasi Kericuhan Pasca Laga Hangtuah vs Rans

Komite Etik IBL Investigasi Kericuhan Pasca Laga Hangtuah vs Rans

Komite Etik dan Disiplin Indonesian Basketball League (IBL) sedang melakukan investigasi terkait insiden kericuhan yang terjadi setelah pertandingan antara Hangtuah Jakarta dan Rans Simba Bogor pada 7 Maret 2025. Investigasi tersebut dipimpin oleh Ketua Komite Etik dan Disiplin IBL Hasan Gozali bersama anggota Fritz Edward, Rizki Dwianda Rildo, dan Mohammad Andito. Mereka memanggil saksi dari kedua tim, termasuk pelatih, ofisial, dan pemain yang terlibat dalam insiden tersebut.

Awalnya, kericuhan dipicu oleh ucapan Coach Garbelotto di depan bangku cadangan Hangtuah saat bersalaman usai pertandingan. Ucapannya dianggap tidak jelas dan memicu reaksi dari pihak lawan. Ketegangan semakin memuncak ketika pemain RANS, Galank Gunawan, mendorong Govinda Saputra, menimbulkan kontak fisik. Situasi yang memanas ini membuat Komite Etik memutuskan untuk melakukan investigasi.

Dalam proses investigasi, kedua tim diminta memberikan keterangan. Wahyu Widayat Jati, Kepala Pelatih Hangtuah, tidak mendengar dengan jelas ucapan Garbelotto dan meminta klarifikasi. Garbelotto membantah dan menyatakan hanya mengucapkan “Kalian berselebrasi terlalu dini” kepada pemain asing Hangtuah Rakeem Christmas. Situasi ini berakar dari pertandingan pramusim sebelumnya di mana Garbelotto merasa pemain Hangtuah merayakan kemenangan secara berlebihan.

Terjadi kesalahpahaman di lapangan ketika Galank Gunawan mendengar seruan bahwa Coach Garbelotto sedang dikeroyok. Galank mengira pelatihnya dalam bahaya dan mendorong Govinda, yang sebenarnya mencoba menenangkan Garbelotto. Meskipun diminta untuk membawa saksi netral, baik Hangtuah maupun Rans tidak dapat membuktikan ucapan Garbelotto secara pasti.

Sebagai langkah lanjutan, Coach Garbelotto dan manajemen RANS Simba mengeluarkan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial klub. Permintaan maaf ini diajukan atas pernyataan dan tindakan yang sempat memicu ketegangan setelah pertandingan. Selain sebagai penyelesaian masalah, permintaan maaf ini juga sebagai bentuk penghormatan terhadap etika dalam olahraga.

Pewarta: Aditya Ramadhan, Editor: Irwan Suhirwandi. Hak cipta © ANTARA 2025.

Source link

RELATED ARTICLES

Paling Populer