Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy menyarankan agar pemerintah daerah memberikan dukungan yang lebih besar dalam mencapai target pembangunan nasional dengan penguatan kapasitas keuangan daerah. Hal ini disampaikannya dalam acara Rakortekrenbang Tahun 2025 yang diadakan secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah melakukan efisiensi belanja daerah dengan fokus pada peningkatan belanja daerah yang produktif sesuai dengan prioritas dalam RPJMN 2025-2029. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan mengurangi ketergantungan terhadap transfer daerah.
Selain itu, penting juga untuk membentuk dan mengembangkan lembaga pembiayaan pembangunan di tingkat daerah, serta lembaga fasilitasi pembiayaan inovatif. Langkah lainnya adalah mengembangkan skema pendanaan inovatif dengan melibatkan lembaga pembiayaan, badan usaha, kementerian/lembaga/daerah, dan/atau mitra pembangunan luar negeri; pengembangan model kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha; serta kerja sama dengan pihak ketiga.
Selain itu, optimalisasi dan perluasan sumber pendanaan juga perlu diperhatikan dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber-sumber pendanaan daerah yang tersedia, seperti penerusan pinjaman dari pemerintah pusat ke daerah, dan memberikan insentif kepada badan usaha maupun masyarakat. Ini semua bertujuan untuk membuat daerah menjadi lebih mandiri dan kuat. Selanjutnya, kolaborasi antarpemangku kepentingan perlu ditingkatkan untuk mendukung program pembangunan yang lebih holistik.
Sebagai contoh, kolaborasi antara pemerintah pusat, pemda, dan masyarakat dalam pengembangan kawasan pertanian dapat menghasilkan hasil yang lebih baik. Semua upaya ini merupakan langkah konkret untuk menciptakan sistem pembiayaan yang lebih inklusif, berkelanjutan, efisien, dan mendukung pencapaian sasaran pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan visi jangka menengah dan panjang yang lebih holistik untuk pembangunan di Indonesia.








