Film drama sejarah “The Last Supper” menghadirkan kisah mendalam tentang pengkhianatan yang mengubah sejarah, disutradarai oleh Mauro Borrelli. Film ini memberikan perspektif baru mengenai peristiwa menjelang pengkhianatan Yesus dari sudut pandang murid-murid-Nya, dengan latar belakang religius yang kuat. Melalui eksplorasi sisi humanis dan spiritual, film ini menawarkan pengalaman sinematik mendalam bagi penonton.
Sinopsis film ini menceritakan sekelompok murid yang berkumpul sebelum terjadi pengkhianatan besar. Dalam pertemuan tersebut, rahasia dan motivasi pribadi terungkap, memicu ketegangan yang semakin meningkat. Melalui narasi yang kuat, penonton dibawa menyelami perjalanan emosional dan spiritual tokoh-tokoh di sekitar Yesus, serta bagaimana mereka memaknai pengorbanan yang akan terjadi. Dengan pendekatan personal, The Last Supper menghadirkan nuansa baru dalam menceritakan kisah yang sudah dikenal, menunjukkan dinamika hubungan dan pergulatan batin yang mendalam.
Film ini diproduksi oleh Canyon Productions, Grand Canyon University, dan Pinnacle Peak Pictures, dengan pengambilan gambar dilakukan di Maroko. Berkategori drama sejarah dengan unsur religi yang kuat, film ini memiliki rating PG-13 karena adegan kekerasan, gambar berdarah, dan unsur bunuh diri. Di Amerika Serikat, The Last Supper dijadwalkan rilis pada 14 Maret 2025, sedangkan di Indonesia akan tayang mulai 21 Maret 2025 di bioskop-bioskop tertentu. Film ini tidak hanya mengangkat kisah Alkitab, tetapi juga mengeksplorasi sisi emosional dan psikologis karakter yang terlibat, memberikan pengalaman baru dalam pemahaman kisah pengorbanan dan keimanan. Kesempatan untuk menyaksikan film ini di bioskop tidak boleh dilewatkan.







