Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi dan imunologi, Dr. Alvina Widhani, menjelaskan bahwa gejala penyakit autoimun dapat ditekan melalui terapi pengobatan dan gaya hidup sehat. Dalam sebuah webinar, dr. Alvina menekankan bahwa, meskipun penyakit autoimun tidak bisa sembuh, gejalanya bisa dikurangi dengan terapi yang tepat dan gaya hidup yang sehat.
Penderita autoimun dengan gejala ringan bahkan bisa melepaskan diri dari rutinitas minum obat jika mempraktikkan gaya hidup sehat. Namun, perlu diingat bahwa kondisi ini harus terus dipantau terutama jika ada pemicu seperti stres atau kesulitan menjaga pola hidup sehat.
Bagi penderita dengan gejala sedang hingga berat, terapi obat dengan dosis rendah tetap bisa diberikan apabila gaya hidup sehat diterapkan. Gejala penyakit autoimun sendiri sangat bervariasi, termasuk kadar Hb rendah, anemia, rambut rontok, dan sulit memiliki keturunan. Orang-orang yang mengalami kondisi ini disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apakah ada kaitan dengan penyakit autoimun.
Dalam konsultasi, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan darah, rontgen, radiasi, dan bahkan biopsi kulit dan ginjal guna memastikan diagnosis penyakit autoimun. Penting juga untuk menyadari bahwa sebagian penderita penyakit autoimun juga mengalami depresi dan kecemasan. Itulah mengapa peran dokter dan pengobatan yang tepat sangat diperlukan untuk mengelola penyakit ini.








